Perbandingan Biaya Operasional Kendaraan Ringan Listrik Dan Kendaraan Ringan Konvensional

Perbandingan Biaya Operasional Kendaraan Ringan Listrik Dan Kendaraan Ringan Konvensional – Mobil listrik merupakan salah satu solusi untuk mengurangi polusi dan mengurangi emisi. Untuk bersaing dalam skala global, para peneliti semakin fokus pada inovasi kendaraan listrik dan pengembangan komponennya.

Beragam kendaraan utilitas listrik akan dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show ke-29 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, 21-11. Agustus 2022. Sejauh ini, investasi pengembangan kendaraan niaga listrik belum diminati kontraktor mobil.

Perbandingan Biaya Operasional Kendaraan Ringan Listrik Dan Kendaraan Ringan Konvensional

Kendaraan listrik sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Perkembangan, investasi dan kampanye besar-besaran oleh berbagai pihak di dalam dan luar negeri membuat masyarakat semakin aware dengan kendaraan futuristik ini.

Toyota Prius Bekas Kini Harganya Sudah Setara Avanza, Alternatif Mobil Irit Bbm Tapi Gak Pasaran

Menurut laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF), penjualan mobil listrik telah tumbuh sebesar 30 persen setiap tahun selama dekade terakhir. Outlook EV Global 2022 juga memprediksi peningkatan utilitas empat kali lipat pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2019.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) melaporkan animo masyarakat terhadap mobil listrik semakin besar karena lebih irit dibandingkan mobil konvensional. Sebagai perbandingan, harga mobil biasa sekitar NOK 15.000 per liter bahan bakar, sedangkan mobil listrik hanya berharga NOK 2.000 per liter.

Meski penggunaan atau kepemilikan kendaraan listrik masih jarang di Tanah Air, banyak lembaga penelitian di Indonesia yang sudah lama mengembangkan dan memproduksi kendaraan listrik. Kendaraan ini termasuk angkutan massal, mobilitas individu, dan kendaraan bantu untuk penyandang disabilitas fisik.

Beberapa kajian kendaraan listrik yang telah dilakukan di Indonesia selama ini dipresentasikan pada kuliah acara penelitian “Menuju Era Masa Depan dengan Riset Kendaraan Listrik” yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (26/9). 2022). Budi Prawara, Kepala Badan Riset Elektronika dan Informatika BRIN, mengatakan perkembangan kendaraan listrik global saat ini menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini menandakan bahwa permintaan kendaraan listrik semakin meningkat di masyarakat global.

Trend Baru Di Dunia Transportasi, Kendaraan Listrik Makin Diminati Warga Riau

Kegiatan pengisian kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN Pusat di Jakarta pada Kamis (22/09/2022). Mahalnya kendaraan listrik dan terbatasnya SPKLU menjadi pertimbangan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

“Permintaan kendaraan listrik semakin meningkat karena lebih irit dibandingkan mobil konvensional. Selain itu, kesadaran masyarakat juga meningkat untuk mengurangi polusi dengan kendaraan tanpa emisi,” ujarnya.

Menurut Budi, penelitian mobil listrik di BRIN dilakukan di berbagai lembaga penelitian, antara lain energi dan produksi, nanoteknologi, dan ilmu sosial. Fokus penelitian kendaraan listrik di BRIN saat ini adalah penguasaan teknologi kunci dan pengembangan kendaraan otonom bertenaga baterai.

Salah satu kunci teknologi yang masuk dalam riset dan inovasi kendaraan listrik di BRIN adalah terkait motor listrik, komponen penggerak untuk menggantikan motor pada kendaraan konvensional. Penelitian lain menyangkut sistem pengisian dan baterai yang digunakan untuk mengisi daya mobil listrik.

Diklaim Murah, Berapa Biaya Servis Mobil Listrik

Motor listrik ini juga dikembangkan untuk kendaraan skala kecil seperti sepeda motor roda dua, mobil listrik ringan dan perahu listrik.

Terkait kendaraan swakemudi, beberapa kegiatan riset yang saat ini dilakukan oleh BRIN, seperti sistem deteksi objek berbasis kamera dan radar. Penelitian ini juga mencakup pengembangan sistem telekomunikasi, navigasi dan kontrol yang menghubungkan sistem deteksi objek dengan sistem propulsi.

“Kebutuhan sistem pengisian daya atau SPKLU yang tersebar luas di seluruh Indonesia merupakan peluang untuk mengimplementasikan hasil penelitian baik pengisian lambat maupun pengisian cepat. Demikian pula, tidak menutup kemungkinan untuk melistriki kendaraan kecil untuk sistem logistik atau membantu penyandang disabilitas,” ujarnya. dikatakan.

Melalui berbagai kesempatan tersebut, kata Budi, BRIN berharap dapat menjalin kerjasama antar sesama peneliti maupun dengan pihak swasta. Di sisi lain, dukungan pemerintah juga diperlukan dengan kebijakan untuk mendorong teknologi dalam negeri dan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Indonesia Jangan Paksakan Stop Jual Mobil Konvensional Di 2050, Harga Mobil Listrik Masih Kemahalan

Dengan penguasaan teknologi kunci, juga dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan di masa depan, misalnya penerapan kendaraan pandu otomatis. Penerapan sistem ini dapat membantu pengangkutan logistik di kawasan industri atau kendaraan otonom di kawasan khusus seperti bandara atau stasiun.

Selain transportasi darat, peneliti BRIN juga meneliti kendaraan listrik untuk transportasi air. Penelitian kendaraan listrik (EBT), termasuk tempel listrik bertenaga baterai, terus dikembangkan mengingat potensi Indonesia yang sangat besar sebagai negara maritim dengan 70 persen luas daratannya.

Selain itu, 67 persen kabupaten/kota pesisir, 40 persen barang diangkut melalui laut, 14 persen desa pesisir dan 13 persen transportasi air, membuat potensi kendaraan listrik semakin tinggi, kata BRIN. Orang miskin ada di pesisir.

Sedangkan berdasarkan profil kelautan, Indonesia tercatat memiliki 395.000 unit kapal penangkap ikan laut dan 231.000 unit kapal motor tempel. Namun nelayan atau orang yang bekerja di sektor perikanan masih jauh dari kata sejahtera. Mereka sering merugi karena 60 persen biaya operasional melaut adalah untuk bahan bakar minyak (BBM).

Akan Seperti Apa Cara Mengemudi Kita Dalam Satu Dekade Kedepan???

Peneliti Puslitbang Konversi dan Konservasi Energi BRIN, Kuk Supriyadi Ali Nandar mengatakan, motor listrik akan dikembangkan sebagai teknologi kunci pengembangan kapal bertenaga listrik pada 2016-2020. Motor listrik ini dikembangkan dengan desain e-bow thruster dan terhubung dengan baling-baling tanpa menggunakan oli.

Nana Suryana menunjukkan ruang mesin MV Iriana di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (16/10/2018). MV Iriana berlabuh di Pelabuhan Macgobar, Batu Ampar, Batam untuk membongkar muatan. MV Iriana merupakan kapal atau kapal bertenaga listrik yang menerapkan sistem tersebut

Chief Engineer Nana Suryana menunjukkan ruang mesin MV Iriana di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (16/10/2018). MV Iriana berlabuh di Pelabuhan Macgobar, Batu Ampar, Batam untuk membongkar muatan. MV Iriana merupakan kapal atau kapal bertenaga listrik pertama di Indonesia yang menerapkan sistem penggerak listrik. Kapal tersebut dibangun oleh PT Sumber Marine Shipyard.

“Pengembangan mesin penggerak kapal ini menjadikan kapal ramah lingkungan dan kami hadir dengan desain yang unik. Motor listrik ini terletak di bagian bawah bekerja sama dengan mitra dan telah diimplementasikan untuk kapal navigasi Kelas I dan 100 TEU. kapal peti kemas Kementerian Perhubungan,” katanya.

Pdf) Analisis Pajak Kendaraan Bermotor Dan Faktor Faktor Yang

Selain ramah lingkungan karena tidak menggunakan minyak pelumas, motor penggerak perahu ini juga memiliki banyak keunggulan lain seperti pemasangan yang mudah dan biaya yang murah. Tingkat kebisingan dan getaran mesin ini juga rendah, namun tingkat komponen rumah tangga (TKDN) mencapai lebih dari 50 persen.

Namun, Cuk tidak memungkiri motor listrik untuk kapal ini masih memiliki kelemahan, terutama dari segi biaya atau pembelian awal, mengingat ini merupakan teknologi baru. Namun, menjamin biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan teknologi konvensional lain yang kurang ramah lingkungan.

“Motor listrik ini juga telah dikembangkan untuk kendaraan kecil seperti sepeda motor roda dua, mobil listrik ringan, dan kapal listrik. Ini dapat dikembangkan karena kami memiliki fasilitas pengujian kinerja sehingga kendaraan dirancang dan diproduksi untuk meyakinkan konsumen tentang standar. ,” dia berkata.

Sementara itu, percobaan dan aplikasi konversi perahu listrik telah dilakukan di beberapa daerah, antara lain Batum (Kepulauan Riau), wisata desa karst di Maros (Sulawesi Selatan) dan wisata penangkaran nuri di Nganjuk (Timur). . Jawa).

Bukan Esemka, Mobil China Dfsk Jadi Ambulans Listrik Pertama Di Indonesia

Riset lain yang mendukung ekosistem kendaraan listrik yang dilakukan peneliti BRIN adalah pengembangan charger baterai nirkabel. Pengembangan baterai nirkabel ini merupakan penelitian lebih lanjut tentang sistem pengisian cepat untuk kendaraan listrik, khususnya kereta golf, yang telah dilakukan sejak tahun 2005.

Pengisian mobil listrik Grab Car akan dilakukan pada Senin (22/11/2021) di stasiun pengisian kendaraan listrik umum di gedung kantor PLN Distribusi Jakarta Raya di Jakarta.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Am Muharram, mengatakan wireless charger dikembangkan karena meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Namun, akses stasiun pengisian umum untuk kendaraan listrik (SPKLU) masih terbatas.

Melihat perkembangan global, pengisi daya nirkabel ini dibagi menjadi beberapa kategori untuk penggunaan di rumah, tempat parkir umum, dan parkir jalan raya. Baru-baru ini, pengisian nirkabel sedang dikembangkan bahkan saat kendaraan sedang bergerak.

Tarif Pengisian Baterai Mobil Listrik Di Ri Lebih Murah Dari Eropa

Diakui pengembangan wireless charger masih menghadapi banyak tantangan dalam pengembangan sistem transportasi. Tantangan-tantangan ini terutama terkait dengan penggunaan infrastruktur yang berbeda untuk mobil listrik dan pengisiannya, sehingga dapat diintegrasikan dan distandarisasi.

– Tantangan terkait infrastruktur ini juga terkait dengan peralatan jalan yang akan dikembangkan dan di mana pemancar sistem dapat ditempatkan. “Infrastruktur ini sangat efektif untuk wireless charging,” ujarnya Ketua DPR Puan Maharani dan Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati menjajal sepeda motor listrik beberapa waktu lalu.

– Biaya sepeda motor listrik akan menghemat kurang lebih 1 juta hingga 1,5 juta rupiah dibandingkan pengisian bahan bakar dengan bahan bakar hidrokarbon oleh masyarakat. setiap tahun. Berdasarkan perhitungan ini diperkirakan masyarakat mengisi BBM sekitar enam liter per minggu.

Rata-rata harga sepeda motor listrik hemat Rp 1,5 juta per tahun, jadi dibagi 365 hari rata-rata hemat Rp 4.000 per hari. Ini tidak termasuk akhir pekan dan hari libur nasional.

Ini 7 Tips Membeli Motor Listrik Bekas, Jangan Salah Yah

Perhitungan lain tidak jauh. Belum lama ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan jika dibandingkan dengan harga bensin, biaya perawatan sepeda motor listrik hanya 50 persen dari biaya bahan bakar.

Perhitungan sederhananya seperti ini, jika menggunakan sepeda motor roda dua yang menggunakan bahan bakar bisa menghabiskan Rp 12-24 ribu per hari untuk jarak 30 – 60 km. Sedangkan sepeda motor listrik harganya Rp 6 ribu – Rp 7 ribu dengan jarak tempuh 30 km, dan jika ke tujuan dengan jarak 60 km harganya sekitar Rp 12 ribu – Rp 14 ribu.

Sekarang coba kita hitung biaya pengisian mobil berat, harga BBM Pertalite saat ini Rp 10.000 dan Pertamax Rp 12.800. Biaya penyerapan listrik berkisar antara Rp 1.650 hingga Rp 2.466 per kWh.

Jika kapasitas baterai sebuah mobil listrik adalah 75 kWh,

Kelebihan Mobil Konvensional Dibanding Mobil Listrik, Apa Saja?

Perbandingan harga sayur hidroponik dan konvensional, perbandingan bioteknologi konvensional dan modern, perbandingan bank syariah dan bank konvensional, pengertian biaya operasional kendaraan, perbandingan biaya cor bondek dan konvensional, perbandingan cor dak bondek dan konvensional, biaya operasional kendaraan, perbandingan biaya dak keraton dan konvensional, perbandingan asuransi syariah dan konvensional, perbandingan dak bondek dan konvensional, perbandingan cor bondek dan konvensional, perbandingan dak keraton dan konvensional

By admin