Penipuan Arisan Online Surabaya

Penipuan Arisan Online Surabaya – .id Surabaya – Unit II Subdirektorat V CyberDetracrimesas Polda Jatim kembali mengangkat isu UU ITE. SP Lydick/70/I/Res.2.5/2021 Detracrissus berdasarkan surat perintah penyelidikan no. Informasi mengenai wanita cantik bernama Magda Florencia (27), warga Toban, kawasan Siolankarto Surabaya, dilaporkan ke Polda Jatim. Pasalnya, Line ID: Sabita merupakan tersangka penipuan berkedok Arison Online.

Wartawan Shinta Christanti (28) adalah putri warga Jalan Kruka Lama Surabaya. Akibat tindakan tersebut, Shanta mengaku rugi sebesar Rs 15 crores tertanggal 11 Desember 2020.

Penipuan Arisan Online Surabaya

Korban, Shanta, yang didampingi kuasa hukumnya, Yusuf Andriana, SH mengatakan, laporan tersebut bermula saat Magda bergabung dengan kelompok 10 kelompok dengan 21 pembayaran.

Terduga Pelaku Penipuan Arisan Online Ratusan Juta Rupiah Bisa Lega, Kasusnya Ditutup Polisi

“Magda mengaku membayar kas pertanian RP. 55 ribu Rp. 74 ribu Rp. 45 ribu, yang diakui sebagai transfer melalui aplikasi yang sesuai dan OVO. Saat saya cek, ternyata uang yang bersangkutan belum sampai ke rekening saya,” kata Shanta.

Setelah itu, anta mengkonfirmasi Magda. Pada 27/7/2020, saya mengkonfirmasi Magda. Saya menyalahkan Magda karena membuat surat transfer. Setelah itu saya diberi waktu untuk memenuhi kewajiban saya membayar Arisan.

“Meskipun saya mencoba menyelesaikan masalah dengan keberuntungan. Tapi sampai saya lapor ke Polda, Magda tidak ada itikad baik untuk memenuhi kewajibannya membayar Arsan,” kata Shanta didampingi kuasa hukumnya Joseph Andreana, SH, Kema. Kali ini, polisi mengungkap penipuan kencan online. Di mana tersangka bernama VP, Essene.

Humas Polda Jatim Coombs Paul Trinodo Wisnu Ndiko mengatakan, para tersangka menggelar arisan online menggunakan jasa tokoh masyarakat.

Polisi Bongkar Kasus Arisan Online Miliaran Rupiah

“Dia (VP Mencurigakan, Ed) adalah moderator dari arisan online yang dikendalikan oleh moderator lain.” Mereka ada di Aceh, Medan, Jakarta, Jawa. Tersangka ditangkap dan diamankan,” kata Trivandrum, Jumat (6/3/2020).

Trinodo mengungkapkan, tersangka telah menjalankan arisan online sejak 2019. Sementara itu, ia sudah memiliki 70 grup WhatsApp (WA) dengan total 190 peserta arisan online. Jumlah arisan berbayar berbeda-beda untuk setiap grup WA.

Dari Rp 1 juta menjadi Rp 40 juta. Peredaran uang arisan saat tersangka menggelar arisan online mencapai Rp 4,2 miliar. Arisen dibuat harian, mingguan dan bulanan.

“Jadi ketika seorang anggota Arisan online ingin mendapatkan Arisan secepatnya, dia harus membayar lebih kepada tersangka. Misalnya ada 10 orang dalam satu kelompok dan ada 10.000, 20.000 hingga 10.000 pendonor. Maka siapa pun yang mendapat pertemuan pertama akan mendapatkan 100 ribu. Karena itu lingkarannya berdasarkan lelang, siapa yang bayar duluan dapat,” jelasnya.

Baca juga :   Asing Banyak Lepas Saham Saham Ini Pada Perdagangan Akhir Pekan, Indeks Harga Saham Wirg Hari Ini

Dua Bandar Arisan Online Ilegal Ditangkap, Kerugian Rp4 M Dari Korban Di Berbagai Daerah

Menurutnya, hal itu merugikan masyarakat. Sedikitnya 4 korban dilaporkan ke Polda Jatim pada Februari 2020 karena pelaku tidak membayar uang yang dijanjikan untuk arisan. 4 korban luka mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta.

“Kerjasama juga menawarkan layanan simpan pinjam. Bunganya cukup besar, yakni 50 persen. Misalnya, jika Anda meminjam 1 juta, Anda harus membayar 1,5 juta. Pinjaman penyimpan dialihkan kepada tersangka sehingga ia dapat meminjamkannya kepada orang lain.

Eli Sugigi, yang memenuhi panggilan penyidik ​​untuk bersaksi sebagai saksi. Ia tiba di Mapolres Jawa Timur pada Jumat (3 Juni 2020). Dia mengaku membantu terdakwa dengan membayar Rp.

Tapi dia tidak menyadari keraguan itu. Dia tidak pernah melakukan kontak pribadi dengan tersangka, hanya berkomunikasi melalui media sosial.

Polda Jateng Berhasil Tangkap 2 Wanita Cantik Bandar Arisan Online Ilegal Yang Resahkan Warga

Sedangkan terdakwa dijerat dengan UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (ang/iss/ipg): Kasus dugaan penipuan berkedok investasi kolektif sosial online @arisan9tull_ senilai jutaan rupiah telah resmi ditangani Unit Reserse Kriminal Aset dan Aset (HARDA) Polrestabes Surabaya. Satuan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirjal Maulana membenarkan adanya korban yang dilaporkan dan saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik ​​dari Satuan Harada.

“Ya betul, Moss saat ini ditangani oleh unit Harada. Untuk jumlah korban, penyidik ​​masih melakukan penyelidikan. Nanti akan kami update perkembangannya,” ujarnya. Kepada Indonesia, Kamis (27 Januari 2022).

Dalam kasus dugaan penipuan berkedok arisan online, nama pemiliknya, antara lain Nandya Pushpita Valandri (23), warga JL Kali Need, dan Admin Fatimaullah (35), warga JL Kapasari Padkohan, terungkap. ,

Remaja Putri Di Bojonegoro Diduga Bawa Kabur Uang Arisan Dan Investasi Senilai Rp5 Miliar

Fajr Amrullah, salah satu korban, warga JL Locksandry, mengatakan sebagian uang anggota online Arisan diambil oleh administrator Fatimaullah. Pada Senin (24 Januari 2022) sore, dia pergi menemui manajer, tetapi diberitahu tentang kepergiannya.

“Lalu Nandi dan anggota pergi ke rumah Allah. Ketika dia datang, saudara laki-laki dan tetangganya mengatakan bahwa Allah telah pergi di pagi hari dengan sebuah koper. Saya tidak tahu di mana?” Siapa yang bilang Semarang,” jelasnya.

Fajr juga mengatakan bahwa dia menghadiri pertemuan sosial online pada September 2021 untuk menginvestasikan Rs 60 lakh untuk dua mesin slot dan tidak ada masalah.

“Saya bergabung dengan sosial sejak September, ketika saya bergabung untuk Rs 3 crore untuk tempat kedua. Distribusinya 4 juta per slot bulan depan, Oktober,” jelasnya kepada Lens Indonesia, Kamis (27 Januari 2022).

Baca juga :   Cepat Cair Resmi Ojk 2022, Cek 5 Daftar Pinjol Yang Dapat Anda Andalkan Ketika Butuh Pinjaman Secara Mendesak

Merasa Tertipu Arisan Online, Emak Emak Di Jombang Lapor Polisi

Karena percaya diri, Fajr akhirnya memutuskan untuk berinvestasi di dua jenis arisan online, dengan nominal harga Rp 5 juta untuk satu slot dan Rp 20 juta untuk dua slot. Dia merasa tertipu karena 1 mesin slot masing-masing Rs 10 crore tidak dibagikan kemarin 19 Januari.

“Uang saya masuk ke Duos, saya menginvestasikan Rs 25 crore terakhir kali. Slot Rp 5 juta dan dua slot Rp 10 juta. 10 juta 14 juta rupee telah diterima yang harus dikirimkan kemarin 19 Januari. Cairan dan uang hilang,” katanya.

Sementara itu, Dela Nera (23) mengatakan kepada JL Pukang Asri bahwa ia terlibat dalam investasi dua jenis arisan online untuk 6 slot dengan Rp 50 juta untuk setiap slot.

“Jadi, satu-satunya yang tidak basah adalah sekali. Saya bergabung dengan 300 juta rupee dibagi 50 juta untuk 6 slot. Selama pertunangan pertama di bulan September, saya menghasilkan sekitar tujuh kali, saya kehilangan 100-150 juta rupee. Kalau untuk menabung, karena masih ada cadangan,” pungkasnya.

Heboh! Polda Jatim Surabaya Diserbu Laporan Penipuan Arisan Online Putri Novia Sari

Dilaporkan pertama kali oleh Lens Indonesia, Della Nira (23), gadis cantik dari JL Poking Asrei, mengaku menjadi korban penipuan dan merugi jutaan setelah mengikuti akun crowdfunding media sosial online @arisan9tull_. Mereka telah mengikuti penemuan yang menjanjikan keuntungan besar ini sejak September 2021 lalu.

Dela sendiri mengaku kepada Lens Indonesia bahwa dirinya merugi 100 juta rupiah karena mengikuti arisan yang beranggotakan 250 orang. Menurut dia, investasi arisan tertinggi mencapai Rp 1,4 miliar.

“Kalau saya rugi Rp 250-300 juta. Tapi kalau benar-benar kehilangan tabungan, Rp 100 juta. Anggota yang bergabung dengan 250 orang itu hampir semuanya scam, dan ada yang paling banyak menginvestasikan uang investasinya. 10,4 miliar rupiah. ,” jelasnya, Rabu (26/01/2022). @wendySurabaya – Polda Jatim didatangi korban penipuan jejaring sosial oleh putri Novia Sri, yang (sebagai pemilik situs jejaring sosial) merupakan kelompok korban. untuk melaporkan dugaan dugaan penggelapan dan penipuan adalah anggota Polri. Berdasarkan informasi yang diterima, diketahui kerugiannya kurang lebih 2 meter.

Salah satu korban berinisial r (24), yang datang dengan kuasa hukum, mengaku pernah mengikuti arisan sebelum tahun 2019 “Saya tidak rugi banyak.. Susah cari uang sekarang,” yakni. Orang-orang sedang ditipu. Lagi pula, banyak orang menjadi korban dari tindakan mereka sendiri. Banyak orang ingin menyekolahkan anaknya, bahkan untuk biaya melahirkan… kerugiannya terlalu besar. ,

Baca juga :   Daftar Pinjaman Online Legal Tahun 2022, Pinjol Resmi Dan Diawasi Ojk Selain Ini Berkemungkinan Ilegal

Video Wanita Cantik Di Kota Jambi Korban Arisan Online Amanah Untung Real, Ikut 12 Slot Rp 230 Juta

Kerugian baru terjadi ketika anggota tidak mendapatkan uang mereka pada distribusi. Dan dia takut pemilik pesta online itu kabur dari rumahnya.

Menurut korban lainnya, laporan arisan online ini sudah ditangani oleh Pelaku Khusus Unit Cyber ​​Crime seperti yang dilaporkan para korban sejak 16 Juni 2022, namun laporan tersebut belum bisa dilaporkan karena barang bukti laporan tidak lengkap (Bank Statement) Dan belum itu bagus.

Salah satu korban mengatakan, pada Senin 4 Juli 2022, setelah bukti yang cukup dan tanggal pembayaran, mereka kembali ke laporan. “Beberapa warga Surabaya mengaku menjadi korban penipuan arisan online melalui akun Instagram @arisan9tull_. Kata salah satu korban. Mereka mengklaim bahwa puluhan hingga jutaan orang telah ditipu saat menghadiri pertemuan sosial.

Salah satu korban, Dela Nira, 23, dari Jalan Poking Asri, mengatakan dia menghadiri arisan online di mana mereka menginvestasikan total sekitar RM250 juta. Dengan jumlah ini, dia kehilangan 100 crore rupee lagi.

Arisan Online Ilk, Jpu Tuntut Terdakwa Dua Kali Penjara Dalam Kasus Yang Sama

“Kalau saya pergi Rp 250-300 juta. Tapi ada yang kembali, kalau rugi tabungan 10 juta,” kata Della, Jumat, 28 Januari 2022.

Della mengaku bahwa pada September 2021, ia mengetahui tentang arisan online dari seorang teman. Saat itu saya mendapat kontak dari pengurus Fatimaullah, 35 tahun, warga Jalan Kapasari Pedukohan.

Dela mengatakan saat menghubungi pengelola, pemilik kumpul-kumpul online Namda Pushpa Volandri (Jalan Kali Ned, 23 tahun) juga ikut melapor. Keduanya meyakinkan pihak yang dirugikan bahwa arisan itu berbadan hukum dan berada di bawah kendali Administrasi Keuangan (OJK).

Selain mengajak Dela mendaftar ke OJK, mereka juga tergiur untung besar. Akhirnya ia tertarik dan mengikuti lima arisan dengan modal masing-masing Rp 3 juta.

Mbak Es Pelaku Penipuan Berkedok Arisan Online Sudah Ditangkap, Lihat Tampangnya

“Kemudian saya masuk, tapi tidak langsung menjadi ratusan juta, lalu pertama dia kenalkan, misalnya 30 juta rupiah, kemudian kami dapat 40 juta rupiah, akhirnya saya dapat 3 juta rupiah, saya menempati 5 slot,” katanya.

Della mengatakan, interaksi sosial online berjalan lancar dan dipenuhi oleh pengelola kontrak. Dia menjadi curiga ketika manajer mengatakan kepadanya bahwa bunga akan ditingkatkan menjadi 25 persen.

“Mulai Desember 2021, mengapa mereka membuat daftar setiap hari. sementara itu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *