Pengaruh Teknologi Di Era Globalisasi Terhadap Perekonomian

Pengaruh Teknologi Di Era Globalisasi Terhadap Perekonomian – Secara umum, memahami globalisasi adalah cara untuk terlibat dalam dunia. Teknologi dan transportasi membuat globalisasi tak terelakkan.

Kemajuan teknologi komputer dan Internet memungkinkan kita mengakses informasi tentang A.S. Permainan Olimpik. Situs berita berkemampuan Internet dapat menyiarkan langsung haji di Arab Saudi.

Pengaruh Teknologi Di Era Globalisasi Terhadap Perekonomian

Pengaruh Teknologi Di Era Globalisasi Terhadap Perekonomian

Hal yang sama berlaku untuk pengiriman. Teknologi penerbangan dapat membawa kita menjelajahi berbagai belahan dunia. Teknologi perkapalan, mampu mengangkut ribuan ton barang melalui laut untuk perdagangan internasional.

Pengertian Globalisasi: Proses, Karakteristik Dan Dampak Globalisasi

Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita lihat dulu apa yang dimaksud dengan globalisasi. Sosiolog Indonesia Selo Soemardjan mendefinisikan globalisasi sebagai pembentukan sistem komunikasi dan komunikasi antar manusia di seluruh dunia untuk mengikuti aturan dan regulasi. Pada saat yang sama, Anthony Giddens memaknai makna globalisasi sebagai penguatan hubungan sosial di seluruh dunia, menghubungkan satu tempat dengan tempat lain sehingga peristiwa di satu tempat juga dapat mempengaruhi tempat lain.

Partisipasi dalam perekonomian negara lain ditujukan untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi negara agar suatu negara dapat bekerjasama dengan negara lain di tingkat regional dan global. Kita semua tahu bahwa tidak semua negara memiliki sumber daya alam, dan tidak semua negara memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju.

Solusi untuk ketidaksetaraan masing-masing negara adalah dengan bertukar di antara mereka. Pertukaran antar negara disebut ekspor-impor.

Misalnya, Indonesia memperdagangkan dan mengekspor minyak sawit ke China, sedangkan Indonesia membeli suku cadang sepeda motor dari China.

Contoh Contoh Globalisasi Dalam Kehidupan Sehari Hari Di Berbagai Bidang

Selain itu, peran asing adalah untuk berinvestasi di perusahaan yang menerbitkan obligasi, saham dan surat berharga lainnya, memungkinkan perusahaan-perusahaan ini untuk melakukan kegiatan yang menguntungkan.

Globalisasi ekonomi adalah proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, karena negara-negara di dunia menjadi lebih terintegrasi, kekuatan pasar tidak memiliki batas geografis.

Kerjasama ekonomi global membutuhkan penghapusan semua hambatan dan hambatan aliran uang, barang dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas negara menjadi kurang jelas, dan hubungan antara ekonomi nasional dan ekonomi nasional menjadi lebih dekat.

Pengaruh Teknologi Di Era Globalisasi Terhadap Perekonomian

Di sisi lain, globalisasi ekonomi akan membuka peluang pasar bagi produk-produk dari pasar internal secara kompetitif. Di sisi lain, juga membuka peluang bagi produk internasional untuk masuk ke pasar domestik. Tentu, selain membantu, hal ini juga mengancam tata kelola perekonomian negara.

Makalah Pengaruh Globalisasi Dalam Bidang Ekonomi

Dalam konteks globalisasi, negara berperan sebagai koordinator atau pembuat peraturan perundang-undangan perdagangan internasional untuk kesejahteraan rakyatnya.

Baca juga :   Cara Cek Kartu Sakti Telkomsel 2021

Tentu saja pembahasan tentang globalisasi mengenai perekonomian Indonesia sangat besar. Artikel ini merangkum secara singkat pengertian globalisasi dan perekonomian Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan pasar modal dan perbankan.

Indonesia selalu berdagang dengan negara lain. Sebelum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, beberapa pemerintahan di pulau-pulau tersebut memperdagangkan kemenyan, cendana, gaharu dan hasil alam lainnya.

Pada masa penjajahan Belanda pada tahun 1912, sebuah pasar besar didirikan di Batavia oleh pemerintah Hindia Belanda untuk membantu pemerintah kolonial.

Reaksi Pasar Modal Di Asia Tenggara Terhadap Pandemi Covid 19

Pada tanggal 14 Desember 1912 Amserdamse Effectenbueurs membuka bursa efek di Batavia. Pertukaran ini adalah yang tertua keempat di Asia, setelah Mumbai, Hong Kong dan Tokyo.

Bursa, yang disebut Vereniging voor de Effectenhandel, menjual saham dan obligasi perusahaan/pertanian Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah (provinsi dan kota), saham perusahaan AS yang diterbitkan oleh kantor regulasi Belanda, dan sekuritas perusahaan dan perusahaan Belanda. . yang lain. .

Perkembangan perdagangan sekuritas tumbuh pesat selama periode ini, tetapi tidak berlangsung lama karena depresi ekonomi tahun 1929 dan dimulainya Perang Dunia II.

Pengaruh Teknologi Di Era Globalisasi Terhadap Perekonomian

Selama Perang Dunia II, perdagangan saham di Belanda sudah tidak efektif lagi karena sebagian saham Belanda disita oleh Jerman. Hal ini sangat mempengaruhi bursa efek di Indonesia. Keadaan semakin memburuk dan Bursa Efek Jakarta tidak lagi dapat beroperasi, sehingga pada tanggal 10 Mei 1940 Bursa Efek Jakarta resmi ditutup.

Badan Kebijakan Fiskal

Penutupan tersebut menyusul penutupan sebelumnya Bursa Efek Surabaya dan Semarang. Setelah ditutup selama tujuh bulan, Bursa Efek Jakarta dibuka kembali pada tanggal 23 Desember 1940, karena Bursa Efek Paris masih aktif selama Perang Dunia II dan Bursa Efek London ditutup hanya beberapa hari. Pekerjaan Bursa Efek Jakarta tidak berlangsung lama, karena Bursa Efek Jakarta ditutup kembali pada tahun 1942 ketika Jepang menyerbu Indonesia.

Pada tahun 1947, pemerintah berencana membuka kembali Bursa Efek Jakarta. Namun, rencana itu tertunda karena situasi ekonomi yang buruk. Sejak pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia pada tahun 1949, beban utang luar negeri dan dalam negeri meningkat sehingga mengakibatkan defisit yang besar.

Pemerintah Indonesia saat itu mengeluarkan Keputusan Darurat No. 13. Pada tahun 1953, Undang-undang ini dinamai Undang-Undang No. 13. Nomor 15 Tahun 1952, yang mengatur tentang penjualan saham. Selain itu, sesuai Keputusan Menteri Keuangan No. 4. 289737/UU ditulis pada tanggal 1 November 1951 dan pengelolaan bursa dipindahkan ke Serikat Mata Uang dan Efek (PPUE). Bank Indonesia (BI) ditunjuk sebagai penasehat, yang kemudian dipilih oleh direksi.

Baca juga :   Merk Masker Yang Bagus Untuk Mencerahkan Wajah

Pada tahun 1989, 37 perusahaan go public dan sahamnya tercatat di BEJ. Begitu banyak perusahaan menggalang dana melalui pasar modal sehingga masyarakat luas saat itu berkumpul untuk menjadi investor. Pasar keuangan berkembang pesat.

Merunut Potensi, Tantangan, Regulasi, Dan Strategi Nasional Ekonomi Digital Di Indonesia

Perkembangan yang menggembirakan ini berlanjut dengan privatisasi bursa. Kemudian pada tanggal 16 Juni 1989, Bursa Efek Surabaya (BES) didirikan. Pada tanggal 2 April 1991, Bursa Selari Indonesia (BPI) diluncurkan. Pada tanggal 13 Juli 1992, Bursa Efek Jakarta (BEJ) didirikan untuk menggantikan Bapepam sebagai bursa efek. Pada tanggal 22 Juli 1995, Bursa Paralel dilebur dengan PT BES.

Pada tahun 2007, Bursa Saham Surabaya (BES) dan Bursa Saham Jakarta (JSX) bergabung dan berganti nama menjadi Bursa Saham Indonesia (BEI).

Integrasi Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya ke dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memudahkan investor sehingga investor tidak perlu pergi ke banyak negara lain untuk mencari pilihan investasinya. Sebab sebelum merger BEJ-BES, produk pasar modal berada di BEJ dan turunannya berada di BES.

Pengaruh Teknologi Di Era Globalisasi Terhadap Perekonomian

Dalam berfungsinya perekonomian, pasar modal menyediakan tempat untuk mempertemukan dua kepentingan, yaitu pihak yang memiliki banyak uang (investor) dan pihak yang membutuhkan uang (donor).

Peran Teknologi Informasi Dalam Pertumbuhan Ekonomi

Di pasar modal, pihak yang kelebihan modal dapat menginvestasikan dana tersebut dengan harapan memperoleh pengembalian, dan perusahaan (penerbit) dapat menggunakan uang tersebut untuk melakukan investasi tanpa harus menunggu modal kerja perusahaan tersedia.

Pasar modal Indonesia memungkinkan masuknya modal asing ke Indonesia. Dengan kata lain, konsep globalisasi memudahkan dan mempercepat investasi pada orang, perusahaan atau negara lain di Indonesia.

Seperti halnya pasar modal, Indonesia selalu menganggap perbankan sebagai bagian dari perekonomian nasional. Masyarakat Indonesia mengenal lembaga perbankan sejak Belanda mendirikan De Bank van Leening, demikian menurut bagian khusus Museum Bank Indonesia. Kemudian, dengan perkembangan ekonomi pulau-pulau, bank-bank asing muncul.

Industri perbankan Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Sejak zaman kolonial, banyak bank asing telah didirikan, termasuk yang berasal dari Belanda dan negara lain, serta beberapa bank lokal.

Man 1 Nganjuk

Bahkan pada masa pergerakan nasional, muncul kelompok perbankan yang berjiwa nasional. Memasuki masa kemerdekaan, pemerintah Republik Indonesia mulai mendirikan bank-bank nasional seperti Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Negara Indonesia (BRI), Bank Industri Nasional (BIN) dan Bank Tabungan Pos.

Perang antara Belanda dan Indonesia dimulai karena penjajahan Belanda yang menimbulkan rasa kebencian di kalangan masyarakat Indonesia. Meskipun kedua belah pihak mencoba beberapa kali untuk berdamai, setiap kali Belanda menolak. Antipati terhadap Belanda masih berkobar di hati masyarakat Indonesia, mendorong semangat nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, yang akhirnya berujung pada pengambilalihan perusahaan-perusahaan Belanda, termasuk negara ABN Amro.

Baca juga :   Pengganti Garam Untuk Diet

Untuk alasan ini, undang-undang tidak. Dekrit 86 Tahun 1958, berlaku sampai dengan 3 Desember 1957, mengesahkan perusahaan-perusahaan Belanda.

Pengaruh Teknologi Di Era Globalisasi Terhadap Perekonomian

Didirikan pada tahun 1828, De Javasche Bank adalah bank Belanda yang sukses dan cikal bakal bank sentral Indonesia. Bank Belanda lainnya seperti Nederlandsche Indische Escompto Maatschapij, Nederlandsche Indische Handelsbank dan Nederlandsche Handel Maatschapij mulai beroperasi masing-masing pada tahun 1857, 1864 dan 1883.

Pdf) Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Kebudayaan Daerah

Bank Indonesia lahir setelah pemberlakuan Undang-Undang Dasar Bank Indonesia (UU) pada tanggal 1 Juli 1953. Secara hukum, BI sebagai bank sentral negara bertanggung jawab untuk mengawasi bank.

Namun, aturan penggunaan ketentuan administratif hanya disebutkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 1/1955 BI, atas nama Dewan Moneter, mengarahkan bank-bank untuk memantau semua bank yang beroperasi di Indonesia untuk memastikan pembayaran dan kepailitan pinjaman. lembaga, dan sesuai Prinsip Perbankan memberikan kredit yang baik. berdasarkan.

Dari analisis BI, ditemukan berbagai praktik irasional, seperti penyetoran dana fiktif atau praktik perbankan di dalam bank. Untuk mengatasi situasi bank-bank ini, Keputusan Dewan Moneter No. 25/1957 melarang bank melakukan kegiatan di luar perbankan.

Globalisasi dan digitalisasi telah mengubah lanskap ekonomi global. Menghadapi ekonomi digital masa depan, para pembuat kebijakan, termasuk bank sentral, perlu memahami perubahan pemikiran ekonomi agar dapat membuat respons kebijakan yang tepat.

Segudang Masalah Yang Picu Ketimpangan Ekonomi Digital Indonesia

Di industri perbankan, globalisasi melambat dan digitalisasi industri perbankan meningkat. Selain itu, pandemi telah menyebabkan berkurangnya interaksi manusia dan pergeseran ke sistem teknologi informasi.

Empat cara untuk meredam globalisasi dan meningkatkan digitalisasi, yaitu: Pertama, sejumlah negara mengandalkan solusi internal (dalam negeri) atas konflik perdagangan internasional.

Kedua, uang mengalir antar negara dan meningkatkan volatilitas nilai tukar. Ketiga, respons kebijakan bank sentral tidak boleh bergantung pada suku bunga. Peran beberapa bank sentral tidak hanya untuk mengendalikan inflasi, tetapi juga untuk menstabilkan sistem keuangan, sehingga kebijakan makroprudensial menjadi penting. Keempat, untuk meningkatkan penyebaran digitalisasi

Pengaruh Teknologi Di Era Globalisasi Terhadap Perekonomian

Perekonomian indonesia dalam era globalisasi, pengaruh pajak terhadap perekonomian, dampak globalisasi terhadap perekonomian indonesia, pengaruh globalisasi terhadap politik, dampak globalisasi terhadap perekonomian, pengaruh globalisasi terhadap perekonomian indonesia, makalah pengaruh globalisasi terhadap perekonomian indonesia, pengaruh apbd terhadap perekonomian, perekonomian indonesia di era globalisasi, pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam era globalisasi, pengaruh globalisasi terhadap perekonomian, pengaruh globalisasi terhadap budaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.