Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Selatan Terletak Di Teluk Bone

Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Selatan Terletak Di Teluk Bone – Kabupaten Bone (Bugis: ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨅᨚᨊᨙ) adalah salah satu daerah otonom di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia, dengan bekas ibu kota Waddambon. Menurut data Statistik Kabupaten Bone tahun 2021 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone, jumlah penduduk Kabupaten Bone pada tahun 2021 sebanyak 801.775 jiwa, terdiri dari 391.682 laki-laki dan 410.093 perempuan. Dengan luas sekitar 4.559,00 km², Kabupaten Bone

Terdiri dari 27 kabupaten, 328 desa dan 44 kecamatan, Kabupaten Sulawesi merupakan salah satu daerah di pesisir timur Sulawesi Selatan yang memiliki tempat khusus dalam perdagangan barang dan jasa di Indonesia bagian timur. Kabupaten ini terletak 174 kilometer sebelah timur kota Makassar, antara 4°13′-5°6′ Lintang Selatan dan 119°42′-120°30′ Bujur Timur. Kabupaten Bone memiliki luas 4.559 km² dan profil tanahnya adalah sebagai berikut

Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Selatan Terletak Di Teluk Bone

Sisi Kabupaten Bone meliputi cuaca umum. Kelembaban udara 95% sampai 99% dan suhu 26°C sampai 34°C.

Keanekaragaman Geologi Teluk Lasongko Dan Sekitarnya Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara

Selain dua daerah yang berhubungan dengan iklim tersebut, terdapat daerah peralihan seperti Kecamatan Pontokani dan Kecamatan Lipureng di sebelah barat dan timur. Rata-rata curah hujan tahunan di wilayah kerangka bervariasi, yaitu: rata-rata <1.750 mm; 1750 – 2000mm; 2000 – 2500mm dan 2500 – 3000mm.

Di wilayah Kabupaten Bone terdapat perbukitan dan pegunungan dengan sungai yang mengalir dari celah-celahnya. Lembah jauh di pedalaman. Saat musim hujan, ada air, sekitar 90 kertas. Namun pada musim kemarau sebagian besar mengalami kekeringan, kecuali sungai-sungai utama seperti Valene, Senrana, Palaka, Jaling, Bulu-Bulu, Salomekko, Dopunne dan Legoballo.

Berikut ini adalah daftar Kepala Daerah Kabupaten Bone yang dibentuk tahun 1951, termasuk Kepala Seksi Bone.

Kabupaten Boone terdiri dari 27 kabupaten, 44 distrik, dan 328 desa. Hingga tahun 2017, provinsi ini memiliki luas wilayah 4.559,00 km² dan berpenduduk 866.245 jiwa dengan kepadatan penduduk 190 jiwa/km².

Fakta Unik Tentang Kepulauan Selayar, Tempat Atol Terbesar Ketiga Di Dunia Berada

Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Ossau, jumlah penduduk Kabupaten Ossau pada tahun 2021 sebanyak 801.775 jiwa, yang terdiri dari 391.682 laki-laki dan 410.093 perempuan. Dengan luas sekitar 4.559 km2, kepadatan penduduk rata-rata di kawasan ini adalah 175,87 jiwa per km2.

Kabupaten Bone tergolong kabupaten besar dan terluas di Sulawesi Selatan. Rata-rata penduduk per km2 adalah 175,87 jiwa. Karena perannya sebagai pusat pemerintahan, sekolah dan fasilitas umum lainnya, mayoritas penduduk tinggal di ibukota provinsi. Jumlah penduduknya adalah 1.111,78 jiwa per km2.

Baca juga :   Harga Cincin Emas 24 Karat 3 Gram Hari Ini

Overpopulasi sering dianggap sebagai sumber masalah demografis seperti kemiskinan dan pengangguran. Namun, dalam analisis populasi, penting untuk melihat struktur umur penduduk. Populasi lanjut usia yang besar dan sehat dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Penduduk Kabupaten Bone didominasi oleh tua dan muda. Kepadatan penduduk 64,50 persen dari total penduduk dan rasio ketergantungan 55,03 persen. Artinya, untuk setiap 100 orang dewasa, 55 hingga 56 orang yang tidak subur dan tidak dapat diperbaiki bertanggung jawab atas kondisi tersebut.

Pemkab Lutim Presentasi Dokumen Geoheritage Danau Matano Dan Sistem Danau Malili Di Makassar

Hal lain yang menarik untuk disorot dalam tabel populasi adalah perubahan arah pertumbuhan penduduk yang ditandai dengan jumlah anak 0-4 tahun yang lebih sedikit dibandingkan dewasa 5-9 tahun. Situasi ini menunjukkan bahwa tingkat kelahiran penduduk telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Ini adalah manifestasi dari penurunan angka kelahiran, yang dikaitkan dengan peningkatan penggunaan antibiotik. Pada tahun 2014, jumlah penerima KB aktif di Kabupaten Bone tercatat sebanyak 87.220, meningkat dari tahun 2013. Sebagian besar adalah suntik (33,40 persen), pil (28,76 persen), dan darah (25,61 persen).

Ini adalah bahasa resmi kantor pemerintahan di Kabupaten Indonesia. Menurut statistik kebahasaan Badan Bahasa tahun 2019, Kabupaten Bone memiliki dua bahasa daerah,

Bahasa Bugis (khususnya bahasa Bone) dan bahasa Bajo. Bahasa Bajo dituturkan di kota Bajo di distrik Danet Riatong Timur.

Suku Yang Mendiami Daerah Sulawesi Serta Penjelasannya

Salah satu tarian tradisional dari Kabupaten Bone adalah Bajoj Angang. Asal atau nama tarian ini berasal dari bahasa Bugis yang terdiri dari dua kata yaitu bajoj dan angang. Bajoke, kata kunci Lelucon, memberikan tautan yang berfungsi sebagai awal bilah. Dalam bahasa Bugis imbuhan pa mengacu pada pelaku atau subjek yang dimainkannya, guyonan adalah kata kerja bahasa Indonesia yang berarti menari, jadi bajoj adalah penari atau orang yang menari. Dan kata Angkong adalah Kalapai atau Waria. Bajoj Angang merupakan tarian tradisional dari daerah Bone yang penarinya berasal dari masyarakat Waria (pria yang berpakaian wanita). Bajoj Angang lahir dari pemikiran Kalabai (waria) saat itu, ide penciptaan tari Bajoj Angang pertama kali muncul ketika mereka menonton pertunjukan Sere Bissu, namun mereka menciptakan tarian Sere Bissu katanya. Kegiatannya adalah kegiatan mallebang sere, yaitu kegiatan penyuluhan (pembangunan). Penari Bajoj Angang menari untuk mengelabui penonton. Jumlah penarinya juga tidak menentu, jumlahnya harus sama.

Baca juga :   Yang Membatalkan Puasa Rajab

Berikut siaran pers Kabupaten Bone yang tersedia dalam bentuk iklan online, iklan cetak, radio dan TV 36′ Bujur Timur. Luas wilayah provinsi Sulawesi Selatan tercatat 45.764,53 kilometer persegi, terdiri dari 21 kabupaten dan 3 kota. Kabupaten Luu Utara merupakan yang terluas dengan luas 7.502,68 kilometer persegi atau luas kabupaten 16,39 persen dari luas wilayah Sulawesi Selatan. Saat ini Kabupaten Bandeng merupakan kabupaten terkecil dengan luas wilayah 99,33 kilometer persegi atau 0,22 persen dari luas Sulawesi Selatan. Berdasarkan letak geografisnya, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki batas-batas sebagai berikut:

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang berpenduduk terbanyak. Jumlah penduduk Sulawesi Selatan meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015 jumlah penduduk Sulawesi Selatan sebanyak 8.520.304 jiwa, kemudian pada tahun 2018 meningkat menjadi 8.771.970 jiwa dengan pertumbuhan sebesar 0,94%. Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk terbanyak saat ini adalah Kota Makassar dengan jumlah penduduk 1.508.154 jiwa, dan yang paling sedikit penduduknya adalah Kepulauan Selyar dengan jumlah penduduk 134.280 jiwa. Dilihat dari segi umur, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki jumlah penduduk terbanyak pada kelompok umur 0-4 tahun.

Pada tahun 2018, rasio gender Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 95,58%, dengan rincian laki-laki sebanyak 4.286.893 orang dan wanita sebanyak 4.485.077 orang. Rasio jenis kelamin tertinggi di Provinsi Luwu Timur sebesar 105,75% dari total. Sulawesi Selatan memiliki jumlah penduduk terbanyak di perkotaan yaitu Kota Makassar dan dapat terjadi pada luas 8.580 km2. melihat kota Makassar menjadi kota besar dan banyak orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan memperbesar kota. Dilihat dari segi kecamatan, kecamatan Tagalar merupakan yang terpadat dengan jumlah penduduk 522 jiwa/km2.

Begini Cara Nelayan Kelola Warisan Laut Teluk Kolono Dari Perikanan Merusak

Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan menunjukkan tren penurunan selama periode 2013-2018. Memang benar bahwa pemerintah masih berusaha untuk mengurangi kemiskinan. Namun faktanya terjadi fluktuasi jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode tersebut. Pada tahun 2018 (periode Maret), jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan diperkirakan mencapai 8,87 persen (779,64 ribu jiwa) dari total penduduk Sulawesi Selatan.

Penimbunan perumahan merupakan salah satu indikator yang digunakan pemerintah terkait sektor perumahan untuk mengukur tingkat kebutuhan perumahan di Indonesia. Bagian belakang rumah dapat diukur dalam dua pandangan, sisi hunian dan sisi pemilik. Jumlah desa di Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 54.993 dengan jumlah penduduk 335.811. Kekurangan perumahan disebabkan oleh banyak hal seperti pertumbuhan penduduk, kurangnya keterjangkauan perumahan, kurangnya investasi swasta untuk menyediakan fasilitas MBR karena tingginya harga tanah. Berikut adalah data provinsi Sulawesi Selatan:

Baca juga :   Buah Yg Boleh Dimakan Oleh Penderita Diabetes

Bangunan tempat tinggal dapat digolongkan sebagai bangunan tempat tinggal, seperti bangunan yang harus memenuhi standar tertentu untuk bangunan tempat tinggal. Beberapa rumah ini memiliki dinding bata atau kayu yang sangat lebar, beton, genteng, balok, atap seng atau asbes, dan lantai yang sangat lebar tanpa tanah. Menurut data Susenas, persentase rumah tangga yang tinggal di rumah tanpa lantai di Sulawesi Selatan pada tahun 2016. Pada tahun 2017, jumlah rumah tanpa lantai adalah 98,76 persen.

Kualitas dan kenyamanan sebuah rumah ditentukan oleh kelengkapan perlengkapan sebuah rumah. Kesempurnaan tempat-tempat tersebut antara lain air bersih, sanitasi yang baik, dan penerangan yang baik. Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Persediaan yang cukup, terutama untuk minum dan makan, merupakan tujuan dari program air bersih yang selalu diupayakan oleh pemerintah.

Inilah Suasana Wisata Teluk Soropia Di Desa Soropia Konawe Sulawesi Tenggara

Air minum yang aman, toilet yang memadai, listrik dan penggunaan gas elpiji untuk minyak goreng adalah beberapa fasilitas yang mendukung hidup sehat. Pada tahun 2017, 53,37% rumah tangga di Sulawesi Selatan menggunakan AMDK, AMDK, dan KAM sebagai sumber air minum.

Selain air minum, saat ini 77,24 persen rumah tangga di Sulsel memiliki jamban sendiri di rumah. Lainnya, sekitar 22,76 persen, tidak memiliki kamar mandi sendiri atau tidak menggunakan sama sekali, berdasarkan penggunaan bersama oleh rumah tangga lain, biasanya MCK.

Rumah lain juga disebut cahaya. Penerangan yang paling baik berasal dari listrik (PLN dan non-PLN), karena lampu listrik lebih terang dibandingkan lampu lainnya. Menurut hasil Susenas 2017, sekitar 98,53 persen rumah telah teraliri listrik, meningkat dibandingkan tahun lalu (97,60 persen).

Menggunakan elpiji

Asyiknya Wisata Sambil Belajar Di Pplh Puntondo

Kabupaten bone sulawesi selatan, pulau lombok terletak di provinsi, hotel di bone sulawesi, kota sabang terletak di provinsi, hotel bone sulawesi selatan, hotel di bone sulawesi selatan, peta kabupaten bone sulawesi selatan, teluk bone terletak di provinsi, pulau komodo terletak di provinsi, hotel di kabupaten bone, kabupaten di provinsi sulawesi selatan, danau toba terletak di provinsi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *