Forum Kondisi Kesehatan Mental

Forum Kondisi Kesehatan Mental – Jakarta (3/12) – Menjaga kesehatan mental di masa pandemi penting bagi kita baik ibu maupun anak. Kesehatan mental ibu sangat penting untuk pengasuhan, perkembangan anak dan perannya dalam tugas sehari-hari. Namun, pasangan, keluarga, lingkungan bahkan sang ibu sendiri menyepelekan kesehatan mental ini. Diskusi kesehatan mental ibu menjadi topik utama webinar “Hubungan kesehatan mental ibu dan pengaruhnya terhadap emosi anak”, yang terselenggara atas kerjasama Kementerian Pendidikan Jasmani dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Komunitas Orami dan IdePlus . .

Rohika Kurniadi Sari, Wakil Menteri Kehakiman, Peduli dan Lingkungan PPPA, menegaskan peran ibu menghadapi tantangan besar di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Selain belajar di rumah, ibu juga harus mengasuh anak dan melibatkan mereka dalam pembelajaran daring.

Forum Kondisi Kesehatan Mental

“Apalagi bagi ibu yang bekerja, kondisi ini tentu lebih membuat stres. Hal itu membuat kesehatan mental ibu menjadi buruk sehingga dapat mengganggu pengasuhan anak. Karena itu penting bagi ibu untuk memiliki kesehatan mental yang baik,” kata Rohika.

Menjadi Isu Global, Ini Pentingnya Kesehatan Mental Mahasiswa Dan Pelajar

Rohika juga mengatakan bahwa pada Hari Anak Sedunia, ini sangat penting sekarang, dan selama pandemi, merupakan tantangan luar biasa bagi anak dan keluarga untuk mengelola kesehatan mental dan pengaruhnya terhadap perkembangan dan masa depan anak. Untuk Kementerian PPPA yakni mengedepankan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan/pendidikan anak. Kami berharap diskusi hari ini memberikan pemahaman kepada kita tentang bagaimana menyikapi situasi saat ini, mengutamakan kepentingan masa depan anak-anak kita dan mampu menghargai nilai kemitraan dan hubungan keluarga Indonesia yang ideal. Untuk menciptakan anak yang bahagia, Anda juga membutuhkan ibu yang bahagia dengan jiwa yang sehat dan kuat. Di masa pandemi, kita sedang membangun keluarga Indonesia yang siap membangun masa depan bagi generasi emas 2.045 anak dengan kesehatan mental yang baik,” ujar Rohika.

Sementara itu, Ketua Komunitas Oram Raymond Wirya Santosa menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya webinar hari ini untuk memberikan masukan kepada para ibu dan keluarga Indonesia akan pentingnya kesehatan mental yang baik untuk mengatasi emosi yang menopang anak dan masa depan anak. .

“Kesehatan jiwa penting untuk tumbuh kembang anak, terutama yang masih dalam masa prima. Di masa pandemi ini, jumlah orang tua dan anak yang sudah mengalami gangguan kesehatan jiwa semakin meningkat. Maka sebagai komunitas parenting, kami sangat memfasilitasi kebutuhan tersebut. keluarga, Orami mendukung terselenggaranya webinar ini, kami berharap webinar hari ini yang juga menyertakan psikolog anak dan keluarga dapat memberikan wawasan dan menjadi wadah diskusi untuk menjaga kesehatan mental ibu yang mempengaruhi emosi anak dan memberikan pengasuhan , serta memantau tumbuh kembang anak di masa pandemi ini,” ujar Raymond.

Baca juga :   Cara Cek Bpjs Kesehatan Sudah Aktif Atau Belum

Selain itu, psikolog IdePlus Erika Kamaria Yamin menyatakan bahwa kesehatan mental, khususnya bagi ibu yang berperan sebagai orang tua, sangatlah penting. “Kesehatan mental ibu memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan anak dalam jangka panjang. Kesehatan mental juga memengaruhi ibu itu sendiri dan kepuasan ibu secara keseluruhan terhadap kehidupan, yang memengaruhi pengambilan keputusan ibu yang lebih bijak,” kata Erika. .

Mental Health Awareness

Erica menjelaskan, banyak tanda-tanda kesehatan mental seorang ibu memburuk, salah satunya adalah perubahan sikap menjadi destruktif, misalnya pada awalnya ibu yang sangat sabar menjadi mudah tersinggung dan menambah masalah kecil. “Untuk mengatasinya, ada lima tips menjaga kesehatan mental ibu. Langkah pertama adalah menyetujui, menerima dan mengakui perasaan yang ada, misalnya ketika kita merasa tidak pandai dalam suatu hal atau ketika kita merasa lelah, kita harus mengakuinya, jangan coba-coba menyangkalnya, jadi bersyukur bukan jangan.Kedua, tetapkan ekspektasi yang masuk akal dan pertahankan diri Anda pada standar, jika tidak, kita akan frustrasi dan selalu merasa ketinggalan. Ketiga, terapkan

Komunikasi percaya diri dengan anggota keluarga lain tentang perasaan dan mencari solusi untuk masalah bersama. Kelima, tetap tenang dan istirahat agar tetap sehat,” jelas Erica.

Berbicara mengenai situasi anak di masa pandemi, Ketua Sekretariat Forum Anak Nasional 2021-2023 I Made Yogi Windu Saputra mengatakan, pengenalan sistem pendidikan jarak jauh atau sekolah online berdampak negatif bagi anak. “Dengan kebijakan school to school, interaksi sosial anak berkurang, kecenderungan penggunaan gadget berlebihan dan berdampak negatif terhadap kesehatan mental anak. Makanya sangat penting bagi kita semua.. tidak hanya pemerintah, tapi juga keluarga, lingkungan dan anak. Hal ini untuk menjaga kesehatan mental anak dan orang tua di masa pandemi,” ujar Yogi.

Yogi menambahkan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan persepsi anak tentang pandemi Covid-19 dan kondisi psikologis anak selama ini.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia

Survei Forum Anak Nasional What’s Happening with Covid-19 (AADC) 1 dan 2. “4.242 anak berpartisipasi dalam survei ini dan hasilnya tersedia di bit.ly/HasilSurveiAADC19. Survei ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian FAN dan PPPA AADC 19 dilakukan sebanyak dua kali, yang pertama dilakukan untuk mengetahui perasaan dan sikap anak terhadap Covid-19, namun yang kedua untuk mengetahui bagaimana kondisi mental anak pada masa new normal dan partisipasi anak pada masa new normal. Oleh karena itu, selain kondisi mental orang tua, terutama ibu, sangat penting untuk memberikan perhatian khusus pada kondisi mental anak,” jelas Yogi.

Baca juga :   Obat Sipilis Di Apotik Tangerang

Menteri PPPA Peduli Bullying di Pesantren Regenerasi Malang: Lakukan Tindakan Cegah Kekerasan di Pesantren (78)

Terima kasih Polres Bogor tangkap pemerkosa di Klapanunggal, Menteri PPPA: Hukum tegas buat pelaku jamin efek jera ( 62 )

MA tolak pengakuan hukum atas vonis HW, Menteri PPPA nyatakan zero tolerance bagi pelaku kekerasan seksual (124)

Menjalani Rutinitas Sebagai Langkah Menjaga Kesehatan Mental

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menjenguk gadis korban penculikan di Gunungsahari, Jakarta Pusat dan harus…

Jakarta (5/1) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga berterima kasih kepada Polresta Bogor yang telah menangkap…

Jakarta (5/1) – Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menyampaikan keprihatinan atas perundungan atau pelecehan…

Jakarta (4/1) – Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan menolak kasasi Harry Wirawan (alias HW), yang melakukan 13 kasus pemerkosaan (…

Peringati Hut Dwp Ke 22 Tahun 2021, Dwp Kemenko Polhukam Adakan Kegiatan Peresmian Renovasi Kantor Dwp Kemenko Polhukam, Ceramah Kesehatan, Dan Bakti Sosial

Kasus penculikan anak perempuan berusia 6 tahun di Kelurahan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, mendapat perhatian serius dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan… Oktober adalah Bulan Kesehatan Jiwa Sedunia, 10 Oktober. Oleh karena itu, masalah kesehatan mental juga lebih banyak dibahas. Tidak hanya dengan bantuan media sosial, masalah kesehatan mental pun mulai dibicarakan dalam obrolan ringan sehari-hari.

Apa sebenarnya kesehatan mental itu? Menurut Anda, apa yang membuat seseorang sehat secara mental? Menurut WHO, kesehatan mental adalah keadaan kesejahteraan psikologis yang memungkinkan seseorang mengelola tekanan sehari-hari, mengenali kemampuannya, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitas dan lingkungan sosialnya.

Dapat dikatakan bahwa ada banyak aspek kesehatan mental yang membutuhkan perhatian dan perawatan. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari kita menghadapi berbagai tantangan. Terkadang tantangan yang kita hadapi membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dan mengelolanya secara efektif. Tantangan-tantangan ini dapat dikaitkan dengan rutinitas dan pekerjaan kita sehari-hari.

Dalam beberapa kasus, tantangan baru bisa menjadi salah satu hal yang berdampak positif bagi kesehatan mental seseorang. Jika hal ini dipandang positif, tantangan yang mereka hadapi di tempat kerja dapat mendorong pengembangan diri dan kemampuan mereka yang akan berguna dalam pekerjaan di masa depan. Di sisi lain, tampaknya rutinitas yang kita ikuti bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental.

Baca juga :   Obat Sipilis Di Apotik K24

Dampak Pandemi Covid 19 Pada Kesehatan Mental Kaum Muda

Rutinitas ini adalah tentang aktivitas yang kita lakukan di siang hari, mulai dari bangun tidur, makan, bekerja, berolahraga dan istirahat.

Rutinitas dapat membantu kita membangun kebiasaan sehat dan meningkatkan suasana hati kita. Penelitian menunjukkan bahwa rutinitas yang dilakukan secara rutin dapat membantu seseorang menjaga mood yang baik selama pandemi. Rutinitas yang penting adalah berolahraga, melakukan hobi favorit, waktu tidur yang teratur, dan mengatur waktu berapa lama Anda duduk di depan komputer.

Aktivitas harian yang teratur memungkinkan kita untuk fokus pada saat ini. Terkadang pikiran kita sibuk memikirkan hal-hal yang belum terjadi, tidak perlu terjadi, atau sudah terjadi di masa lalu. Pikiran-pikiran ini dapat membuat kita merasa lebih cemas, stres, atau tidak berdaya terhadap hal-hal yang berada di luar kendali kita.

Dengan membuat beberapa rutinitas, kami lebih fokus pada aktivitas dan situasi saat ini. Selain itu, kita merasa lebih kuat karena memiliki kesempatan untuk memilih aktivitas apa yang akan kita lakukan. Sesederhana bagaimana kita berlatih minggu ini atau kopi apa yang kita pilih sebagai teman pagi kita.

Feel (film Edukasi Kesehatan Mental)

Secara umum, rutinitas dapat dibagi menjadi dua jenis. Pertama, merupakan rutinitas primer yang mencakup beberapa fungsi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia dan kebutuhan biologis. Contoh rutinitas primer termasuk kebersihan pribadi, tidur dan makan.

Rutinitas kedua adalah rutinitas sekunder. Rutinitas ini terkait dengan lingkungan, motivasi, dan minat Anda. Olahraga, bersosialisasi, bekerja atau belajar adalah bagian dari rutinitas sekunder. Dari dua rutinitas tersebut, rutinitas utama (termasuk pola makan, tidur, dan kebersihan diri) berperan penting dalam menjaga kesehatan mental seseorang.

Lalu langkah apa yang bisa diambil

Kondisi kesehatan mental test, kondisi mental, cek kondisi mental online, tes kondisi kesehatan mental google form, tes kondisi kesehatan mental, cara mengetahui kondisi mental, ujian kondisi kesehatan mental, cek kondisi kesehatan mental, tes kondisi mental, tes kondisi mental online, kondisi kesehatan mental, kondisi mental adalah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *