Contoh Makalah Kesehatan Reproduksi

Contoh Makalah Kesehatan Reproduksi – Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan dengan baik. Tak lupa shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya dan umat kita.

Kami membuat esai ini untuk menyelesaikan tugas di Sosiologi. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah Lembaga Sosial ini. Dan kami juga memahami pentingnya sumber bacaan dan referensi internet yang membantu memberikan informasi yang akan menjadi bahan makalah.

Contoh Makalah Kesehatan Reproduksi

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama ini sehingga penyusunan naskah ini dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan Makalah Institusi Sosial ini, maka kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan artikel ini.

Makalah Fisiologi Reproduksi Jantan Dan Betina

Mohon maaf jika banyak kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, dan kita adalah manusia. Semoga Buku Ormas ini bermanfaat bagi kita semua.

Dalam sistem sosial, lembaga sosial memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, baik fisik maupun mental, keberadaan pranata sosial, terutama untuk mengendalikan dan mengatur kegiatan baik secara individu maupun kolektif dalam masyarakat, mutlak diperlukan. Tanpa pranata sosial, masyarakat tidak akan dapat menentukan jalannya sendiri, karena tidak ada batasan normatif yang mengikatnya. Dengan adanya pranata sosial, masyarakat dapat hidup dengan baik, benar dan tidak dapat melakukan apa yang diinginkannya karena ada norma yang mengikatnya. Setiap pranata sosial memiliki parameter yang berbeda-beda sesuai dengan jenis pranata sosialnya dan juga wajib dalam konteks masyarakat yang bersangkutan dengannya. Dalam pembahasan ini, lembaga-lembaga yang esensial bagi kehidupan manusia adalah: lembaga keluarga, lembaga keagamaan, lembaga ekonomi, lembaga pendidikan, dan lembaga politik.

Selain sebagai individu, manusia juga merupakan makhluk sosial yang selalu ingin bergaul dalam suatu kelompok atau masyarakat. Keinginan ini merupakan naluri yang dimiliki manusia sejak lahir. Seiring dengan itu, muncul pula keinginan masyarakat untuk memiliki kehidupan sosial yang tertib dan teratur. Oleh karena itu, manusia membutuhkan semacam standar, aturan atau lembaga yang berfungsi untuk mengatur pergaulan hidup manusia dalam masyarakat. Lembaga mengacu pada bentuk, tetapi juga mencakup pemahaman abstrak tentang norma dan aturan tertentu yang mendefinisikan lembaga.

Dalam bahasa sehari-hari, penggunaan konsep atau ungkapan organisasi sosial sering dikacaukan dengan ungkapan lembaga atau badan sosial. Untuk kejelasan, perbedaan antara kedua istilah tersebut akan disajikan. Lembaga adalah sistem norma atau aturan tentang kegiatan masyarakat tertentu, sedangkan departemen atau lembaga adalah kelompok terorganisir yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut. Sebelum membahas konsep lembaga dan lembaga sosial, agar tidak terjadi kerancuan, perlu dibedakan antara konsep lembaga atau organisasi dengan konsep organisasi atau lembaga. Jika ada lembaga atau lembaga pelatihan guru, maka lembaga atau organisasi tersebut adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Guru. Jika ada istilah lembaga atau lembaga keagamaan, maka lembaga atau organisasi tersebut adalah Institut Agama Islam, Perguruan Tinggi Buddhis dan lain-lain. Bedakan antara universitas dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Baca juga :   Daun Yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

Pdf) Pentingnya Modul Kesehatan Reproduksi Remaja Berbasis Masalah (krrbm) Untuk Melatih Dan Meningkatkan Keterampilan Hidup (life Skills) Dan Sikap Reproduksi Sehat Siswa Smp

Agar lebih jelas mengenai pengertian lembaga sosial, maka perlu dikaji beberapa pengertian lembaga sosial tersebut menurut para sosiolog.

Secara teoritis, Harton dan Hunt menyatakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem norma yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan sosial yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Selain itu dijelaskan bahwa pranata sosial juga dapat diartikan sebagai pedoman perilaku atau adat istiadat yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Cohen, tujuan lembaga sosial adalah suatu sistem pola-pola sosial yang sifatnya teratur dan permanen, yang meliputi perilaku-perilaku tertentu yang sehat dan terpadu untuk memuaskan atau memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam kehidupan.

Hal senada juga dikemukakan oleh Koentjaraningrat dan menjelaskan bahwa, pranata sosial adalah suatu sistem parameter tertentu yang menyelenggarakan serangkaian kegiatan rutin untuk kebutuhan spesifik masyarakat dalam kehidupannya.

Makalah Kesehatan Reproduksi Remaja

Menurut teori dan konsep tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa pranata dan pranata sosial adalah suatu sistem norma bagi terselenggaranya kehidupan bermasyarakat dan pemenuhan segala kebutuhan dasar manusia. Konsep ini berbeda dengan lembaga atau organisasi yang berarti sekelompok orang yang membentuk suatu lembaga atau organisasi yang berperan dalam mengkoordinasikan dan mengatur kegiatan masyarakat. Lembaga sosial adalah suatu sistem norma bagi kegiatan masyarakat yang dilakukan untuk memenuhi kehidupan bermasyarakat dan memenuhi segala kebutuhan dasar masyarakat.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, tujuan lembaga sosial adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia atau untuk memenuhi kehidupan sosial. Lembaga sosial memiliki banyak fungsi dasar, yaitu sebagai berikut.

Kehidupan sosial atau masyarakat membutuhkan rasa hormat, harmoni dan komunikasi untuk memenuhi beberapa kebutuhan dasar manusia.

Baca juga :   Obat Gatal Pada Ujung Kemaluan Wanita

) sampai persetujuannya. Tanpa lembaga sosial yang mengatur kehidupan manusia, banyak keinginan individu yang bertindak menurut kehendak bebasnya tidak dapat dikendalikan. Proses pertumbuhan pranata sosial berkembang dengan tumbuhnya standar dalam kehidupan masyarakat, awalnya standar masyarakat tidak disengaja, namun lama kelamaan standar tersebut tumbuh atau dibuat secara sadar. Norma dikenal dalam empat cara, yaitu adat, adat, perilaku dan adat. Masing-masing pemahaman tersebut memiliki landasan yang sama dengan norma-norma sosial yang menjadi pedoman perilaku dalam masyarakat.

Makalah 2 Ppam (kesehatan Reproduksi)

Institusi sosial dalam masyarakat terdiri dari perilaku interaktif kompleks yang mengarah pada implementasi pola sosial dalam masyarakat. Bagi mereka yang melakukan hubungan ini, mereka biasanya menganggap diri mereka dalam posisi sosial dan parameter yang bertindak atas tindakan ini juga dipahami bagi mereka. Suatu kegiatan interaksi sosial dapat dikatakan sebagai pranata sosial jika:

Untuk melihat berbagai jenis lembaga sosial, kita dapat merujuk pada teori J.L. Gillin dan J.P. Gillin mengelompokkan mereka ke dalam kategori berikut.

Dalam masyarakat yang heterogen terdapat berbagai jenis pranata sosial yang saling berkaitan dan saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Misalnya masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia merupakan bagian integral dari struktur yang ada dalam masyarakat, yang terdiri dari berbagai pranata sosial, stratifikasi sosial, nilai dan norma sosial, serta kelompok sosial.

Dalam masyarakat Indonesia, Anda akan menemukan berbagai institusi sosial yang ada, seperti pendidikan, keluarga, hiburan, politik, ekonomi, dll. Hubungan antar lembaga sosial dalam masyarakat tidak selalu serasi dan harmonis. Kita dapat melihat ketidakharmonisan antara berbagai institusi sosial dalam kehidupan masyarakat. Misalnya, kebiasaan merokok. Standar di institusi kesehatan menekankan pada penghindaran merokok karena berdampak pada masalah kesehatan. Namun berbeda dengan lembaga ekonomi yang menekankan dimensi yang berbeda. Perkembangan industri rokok akan berdampak pada perluasan kesempatan kerja, peningkatan penerimaan pajak oleh negara dan pembangunan sekolah dan rumah sakit oleh pemerintah sebagai akibat dari pajak yang diterima.

Makalah Karya Ilmiah

Sebagaimana telah dijelaskan, pembangunan pranata sosial adalah karena kebutuhan dasar masyarakat, yang memerlukan upaya untuk memenuhinya. Oleh karena itu, pranata sosial tidak bersifat permanen atau permanen, tetapi akan berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Dalam hubungan antar lembaga yang ada dalam masyarakat terkadang perubahan yang cepat tidak diikuti oleh lembaga lain dan hal ini akan mempengaruhi adanya kesenjangan budaya.

). Pesatnya perkembangan media khususnya media elektronik yang menimbulkan banyak permasalahan sosial tidak dibarengi dengan pendidikan moral yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dan lembaga keluarga. Akibatnya, terjadi ketimpangan sosial yang jauh lebih besar dari yang diharapkan dari tatanan sosial.

Baca juga :   Mencegah Prostat Sejak Dini, Ciri-ciri Nyeri Pada Area Benjolan, Rekomendasi Obat Penyakit Prostat

Masyarakat merupakan rangkaian peran dari lembaga-lembaga sosial yang ada. Perubahan dalam masyarakat berarti kesempatan untuk berpindah dari naungan satu lembaga sosial ke lembaga sosial lainnya. Namun, tidak semua anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk pergi ke lembaga sosial lainnya. Ada beberapa anggota masyarakat yang kesehariannya berada dalam pranata sosial dalam waktu yang lama. Misalnya, pasien jiwa yang terdaftar sebagai pasien rumah sakit jiwa, karena terdaftar di rumah sakit, aktivitas sehari-harinya di institusi lain terhenti. Selain itu, seorang pengusaha yang melakukan kejahatan berat harus tinggal di lembaga pemasyarakatan untuk waktu yang lama, sehingga ia akan berhenti bekerja di lembaga ekonomi.

Institusi keluarga adalah institusi yang sifatnya universal, yaitu seluruh masyarakat dunia mengakui institusi tersebut. Dalam kajian sosiologis, keluarga merupakan suatu bentuk masyarakat yang merupakan unit sosial terkecil yang berfungsi mengatur eksistensi sosial dengan fungsi-fungsi modern dan sosial. Kelembagaan keluarga tidak lepas dari masalah gender yang diatur dengan perkawinan, pengasuhan anak, kerabat, pemenuhan kebutuhan dasar, pencapaian tujuan dan membesarkan masalah keluarga. Kehidupan keluarga tergantung pada partisipasi semua anggota keluarga untuk membesarkannya. Ayah sebagai kepala keluarga yang berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan keluarga. Ibu berperan sebagai pelindung, pendidik anak dan sebagai titik tukar pikiran antar anggota keluarga. Demikian pula anggota keluarga yang lain, seperti anak dan kerabat yang merupakan bagian dari kesatuan keluarga, juga berkewajiban untuk turut menjaga kehormatan keluarga dan kelangsungan keluarga.

Kesehatan Reproduksi Wanita

Lembaga pendidikan adalah lembaga yang mengelola atau menangani masalah proses sosial yang bertujuan untuk membawa seseorang kepada budaya yang dinamis sesuai dengan prinsip kemanusiaan yang kompleks. Oleh karena itu, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan tercapainya tujuan pendidikan

Lembaga politik adalah badan yang mengkhususkan diri dalam pelaksanaan kekuasaan dan wewenang, yang berkaitan dengan kehidupan politik, dalam kaitannya dengan tujuan keseluruhan.

Makalah kesehatan reproduksi lansia, contoh leaflet kesehatan reproduksi, contoh poster kesehatan reproduksi, makalah kesehatan reproduksi pdf, contoh artikel kesehatan reproduksi, makalah kesehatan reproduksi, contoh poster kesehatan reproduksi remaja, makalah pelayanan kesehatan reproduksi, contoh askeb kesehatan reproduksi, contoh jurnal kesehatan reproduksi, contoh kesehatan reproduksi, contoh poster menjaga kesehatan alat reproduksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.